Sai atau Thowaf Menggunakan Sekuter

Kemajuan teknologi banyak memberikan kemudahan-kemudahan bagi manusia. Dalam hal Ibadah Haji misalnya, dulu perjalanan haji biasa ditempuh sebulan dan bermalam di laut lepas, sekarang 8 jam sampai. Dulu ketika ada orang yang tidak mampu berjalanan melaksanakan sa’I, pemerintah Saudi menyediakan kursi roda, sekarang lebih mudah lagi, yaitu sekuter untuk Thowaf dan sa’i. Akibatnya muncullah pertanyaan tentang hukum orang sa’i dan thowaf yang menggunakan sekuter padahal ia kuat berjalan?.

1 Response to "Sai atau Thowaf Menggunakan Sekuter"

islamiro said...

Bagi orang yang tidak kuat berjalan, tentu diperbolehkan. Sedangkan bagi orang yang mampu berjalan, Thowaf memakai kendaraan boleh-boleh saja, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan thawaf ketika haji wada’ di atas onta beliau. Beliau menyentuh hajar aswad dengan tongkatnya.

Sedangkan sai, hukumnya diperselisihkan para ulama’. Ada yang mengatakan khilaful aula, ada yang mengatakan makruh, ada yang mengatakan tidak sah sainya, ada yang mengatakan boleh saat dloruroh. Sebagaimana dijelaskan dalam kitab al-Majmu' 8/77.

عن ابن عباس قال : اَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- طَافَ فِى حَجَّةِ الْوَدَاعِ عَلَى بَعِيرٍ يَسْتَلِمُ الرُّكْنَ بِمِحْجَنٍ

(المجموع الجزء الثامن صحيفة 77 المكتبة السلفية). (فرع) ذكرنا أن مذهبنا أنه لو سعى راكباً جاز، ولا يقال مكروه، لكنه خلاف الأولى ولا دم عليه، وبه قال أنس بن مالك وعطاء ومجاهد قال ابن المنذر وكره الركوب عائشة وعروة وأحمد وإسحاق، وقال أبو ثور لا يجزئه ويلزمه الإعادة وقال مجاهد لا يركب إلا لضرورة وقال أبو حنيفة إن كان بمكة أعاده ولا دم، وإن رجع إلى وطنه بلا إعادة لزمه دم. دليلنا الحديث الصحيح السابق أن النبى صلى الله عليه وسلم " سعى راكباً " إهـ

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Author Details